Cara Menghitung Pajak Mobil Beserta Contohnya

Mobilkeren.id – Memiliki kendaraan, baik roda dua maupun roda empat adalah keinginan semua orang. Pasalnya, keberadaan kendaraan sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari. Terutama jika Anda ingin bepergian, baik pergi kerja, jalan-jalan, mengunjungi saudara, dan lainnya. Anda juga tidak perlu repot mengantri tiket, berpanas-panasan, dan berebutan kursi dengan penumpang lainnya. Selain itu, Anda juga lebih mudah untuk melangkahkan kaki ketika ada urusan mendadak dan penting.

Cara Menghitung Pajak Mobil

Dalam sebuah keluarga, memiliki satu kendaraan pribadi itu sudah wajib hukumnya. Malah ada beberapa keluarga yang memiliki lebih dari tiga kendaraan pribadi di rumahnya. Karena setiap anggota keluarga difasilitasi dengan kendaraan masing-masing. Sehingga tak perlu repot untuk meminjam kendaraan lain ketika hendak bepergian.

Namun, memiliki kendaraan tak semudah kelihatannya. Anda seringkali harus berurusan dengan Samsat untuk membayar pajak mobil. Besarnya pajak yang Anda bayarkan juga bergantung pada harga kendaraan yang dimiliki. Sehingga Anda perlu berhati-hati agar tidak kelebihan atau kekurangan saat membayar pajak. Anda juga tidak boleh terlambat membayar pajak, karena Anda akan dikenakan denda jika melanggar ketentuan yang satu ini.

Sebelum membahas tentang cara menghitung pajak mobil, berikut adalah biaya yang harus Anda ketahui jika ingin atau sudah memiliki mobil:

  • Biaya pengesahan STNK / tahun : Rp 50.000
  • Biaya penerbitan STNK : Rp 200.000
  • Biaya administrasi TNKB : Rp 100.000
  • Biaya administrasi STNK : Rp 50.000
  • Biaya SWDKLLJ : Rp 143.000
  • Biaya SWDKLLJ truk : Rp 163.000
  • Biaya penerbitan dan perpanjangan STNK : Rp 250.000
  • Biaya PKB : 2% x nilai jual kendaraan

Berbagai macam rumus terkait pajak mobil, antara lain:

  1. Menghitung Biaya Pajak Mobil

= PKB + Biaya SWDKLLJ

  1. Biaya Denda Keterlambatan Membayar Pajak

= PKB x 25% x (tunggakan pembayaran pajak) + Biaya SWDKLLJ

Contoh kasus 1

Andi memiliki mobil Pajero Sport yang memiliki nilai PKB sebesar Rp 4.000.000. Ia terlambat membayar pajak mobil tersebut selama 5 bulan. Tentukan perhitungannya:

Jawab:

  1. Biaya pokok = PKB + Biaya SWDKLLJ

= Rp 4.000.000 + Rp 143.000

= Rp 4.143.000

  1. Denda = PKB x 25% x (5/12) + Denda SWDKLLJ

= Rp 4.000.000 x 25% x (5/12) + Rp 100.000

= Rp 416.667 + Rp 100.000

= Rp 516.667

Maka jumlah yang harus dibayarkan Andi ketika ia ingin membayar pajak mobilnya, yaitu:

= Biaya pokok + Denda

= Rp 4.143.000 + Rp 559.667

= Rp 4.702.667

Contoh kasus 2

Budi memiliki truk untuk mengangkut pangan dari kota A ke kota B. Nilai PKB dari truk milik Budi ialah Rp 3.000.000 dan nilai dari SWDKLLJ sebesar Rp 163.000. Budi terlambat membayar pajak selama 4 tahun. Berapakah perhitungannya?

Jawab:

  1. Biaya pokok = PKB + Biaya SWDKLLJ

= Rp 3.000.000 + Rp 163.000

= Rp 3.163.000

2. Denda`= PKB x 25% x 5 + Denda SWDKLLJ

= Rp 3.000.000 x 125% + Rp 100.000

= Rp 3.750.000 + Rp 100.000

= Rp 3.850.000

Jumlah yang lumayan besar, bukan? Bagi Anda yang ingin menambah biaya pembayaran, sebaiknya Anda melunasi pajak kendaraan bermotor sebelum tanggal jatuh tempo. Jika tidak, maka denda yang akan Anda bayarkan akan semakin mahal dari waktu ke waktu. Semakin Anda menunda pembayaran, semakin besar pula biaya denda yang harus dibayarkan.

Sebelum Anda membayar pajak mobil, Anda harus mempersiapkan beberapa dokumen pendukung. Adapun dokumen pendukungnya adalah sebagai berikut:

  • STNK
  • Membawa surat keterangan jenis mobil yang Anda gunakan, termasuk tipe dan merek mobil
  • Tahun pembuatan kendaraan
  • Silinder yang digunakan pada mobil (besarnya CC)
  • Tanggal jatuh tempo dari pembayaran
  • Kegunaan dari mobil itu sendiri

Demikianlah cara menghitung pajak mobil yang bisa anda hitung sendiri, lihat juga artikel Cara Membayar Pajak Mobil melalui Internet Online. Jumlah pajak yang Anda bayarkan biasanya tergantung pada harga mobil itu sendiri. Semakin mahal harganya. maka semakin tinggi pajak yang harus dibayarkan. Bagi Anda yang tidak ingin membayar terlalu mahal, belilah mobil pabrikan Jepang atau Korea dengan harga yang lumayan murah.

Leave a Reply